Tampilkan postingan dengan label br. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label br. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 April 2013

Usaha Ternak Ayam Potong

Daging ayam merupakan daging favorit di negara kita. Hampir 100% orang Indonesia suka makan daging ayam, maka dari itu merupakan peluang yang sangat bagus berbisnis ternak ayam potong. Dulu pada waktu flu burung melanda dunia, bisnis ini menjadi hancur. Sebab tidak ada yang berani makan daging ayam, sehingga banyak para peternak yang gulung tikar. Sekarang berhubung issu flu burung sudah tidak ada, kesempatan memulai bisnis ini menjadi bagus. Saatnya sekarang ini untuk memulai mumpung masi banyak kandang-kandang bekas yang sudah tidak dipakai oleh pemiliknya untuk dibeli dengan harga murah dibandingkan dengan membuat kandang baru yang tentu lebih mahal. Usaha ini biasanya dilakukan dengan sistem kerja sama dengan peternak pembibitan ayam potong. Sehingga anda tidak perlu repot-repot menyadiakan bibit, pakan dan obat-obatan, karena semua telah disiapkan oleh peternak pembibitan tadi. Dengan sistem kerja sama ini anda hanya menyiapkan kandang beserta alat-alat untuk pemeliharaan ayam potong dengan sistem bagi hasil 50%.
Dalam usaha pertanian, perkabunan, peternakan pokoknya agribisnis kita memiliki kemudahan, sebab banyak orang-orang yang ahli di bidang ini terutama di desa-desa. Sehingga tidak ada kesulitan dalam mencari pekerja yang ahli, dengan demikian kelancaran bisnis ini bisa dijamin. Namun kendala yang biasanya dialami pada usaha agribisnis adalah pekerja yang nakal dan tidak jujur. Tapi hal ini jarang terjadi sebab orang-orang desa kebanyakan jujur-jujur walaupun ada yang nakal tapi sedikit. Namun harus pandai-pandai memilih pekerja yang jujur, jujur apa tidaknya pekerja dapat diketahui dengan sistem penghitungan jumlah pakan yang dihabiskan berbanding jumlah hewan ternak, dengan perhitungan tadi dapat pula diketahui berat ternak tanpa harus menimbangnya.
Langkah-langkah yang dibutuhkan
Mencari lokasi yang tanahnya kering (bukan daerah persawahan) untuk menempatkan kandang dengan tujuan agar kandang tidak cepat rusak terutama kandang yang tiang-tiangnya terbuat dari bambu akan cepat rusak jika lokasi terletak pada tanah basah (karena kandang dari tiang bambu murah), namun jika tiang-tiang kandang terbuat dari kayu kelapa tidak masalah dibuat di atas tanah basah karena memakai penyangga beton (kandang bertiang kayu kelapa lebih mahal).
Usahakan mencari kandang bekas untuk dibeli, sebab berarti pernah dipakai sehingga sudah diperhitungkan oleh pemilik sebelumnya bahwa lokasi kandang bagus. Perlu diketahui apa penyebab kandang bekas tadi berhenti dipakai untuk penanggulangan, tapi biasanya para peternak ayam potong yang menutup usahanya kebanyakan disebabkan oleh kasus flu burung. Jika ini penyebabnya maka kandang bekas tersebut baik untuk digunakan sebab kasus flu burung sudah reda (sudah tidak ada).
Jika tidak menemukan kandang bekas, buatlah kandang untuk ukuran isi 4000 ekor ayam. Biasanya sudah ada tukang ahli dalam pembuatan kandang yang menawarkan jasa pembuatan kandang lengkap dengan peralatan tempat pakan, penghangat, tempat air minum, dll.
Temui peternak pembibitan ayam potong untuk diajak kerja sama dengan sistem bagi hasil. Dengan sistem ini akan mempermudah dalam pengadaan semua yang dibutuhkan karena peternak pembibitan biasanya menyediakan kebutuhan-kebutuhan ternak yang lengkap dan tidak perlu repot-repot dalam pemasarannya karena biasanya mereka yang beli kembali hasil panen kemudian dihitung jumlah kebutuhan yang telah dihabiskan baru setelah itu keuntungan dibagi. untuk ukuran kandang isi 4000 ekor diisi dengan 3700 ekor agar kandang menjadi lega.
Mencari pekerja yang bertugas mengurus pakan dan minuman ternak dan memelihara sesuai dengan cara yang benar dengan upah yang sesuai, untuk 3700 ekor ayam dibutuhkan 2 orang pekerja (setiap satu orang diupah Rp600.000,-). Kemudian usahakan untuk selalu datang mengontrol setiap hari walaupun hanya sebentar setiap sore pada waktu ternak diberi pakan.

Laba Menggiurkan dari Air Liur Lebah Trigona (1)

Sarang Lebah
KOMPAS.com - Lebah tergolong jenis  serangga yang menghasilkan banyak produk alami yang berkhasiat buat kesehatan tubuh manusia. Salah satunya adalah propolis yang kini menjadi produk kesehatan alternatif yang diminati masyarakat.

Propolis dikumpulkan oleh lebah dari tumbuh-tumbuhan atau pucuk muda dan kulit pohon, terutama pohon popular lalu dicampurkan dengan air liurnya. Cairan itu digunakan lebah untuk menambal lubang di sarangnya, sekaligus melindungi sarang lebah dari serangan virus, bakteri dan jamur.

Sebagai obat herbal, propolis dipercaya mengandung banyak khasiat kesehatan bagi tubuh, seperti antioksidan, antitoksin, antibiotik, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Lebah trigona merupakan penghasil propolis yang paling terkenal. Seiring tingginya permintaan propolis di pasaran, budidaya lebah ini pun makin diminati. Lebah trigona memiliki tubuh lebih kecil dibandingkan lebah madu. Jenis lebah ini bisa menghasilkan cairan propolis lima kali lipat lebih banyak dari lebah madu.

"Sekarang banyak yang tertarik membudidayakan lebah ini buat diambil propolisnya," kata Wiyadi Suprihatin, yang sudah membudidayakan lebah trigona sejak tahun 2009 di Pandeglang, Banten.

Awalnya, ia melihat lebah ini cukup banyak di wilayahnya. Ketika itu, propolis belum populer sebagai obat herbal, sehingga lebah ini dianggap kurang menarik karena menghasilkan madu lebih sedikit.

Namun, Wiyadi mengaku, tetap tertarik menangkarkan lebah trigona karena melihat banyaknya habitat lebah ini di daerahnya. Keputusannya itu tidak salah. Terbukti, propolis kini populer dan harganya terus merangkak naik. Kini, Wiyadi menjual bibit trigona beserta ratu dalam satu koloni.

Untuk satu koloni dalam kotak berukuran 25 centimeter (cm) x 20 cm x 20 cm dijualnya seharga Rp 150.000 per kotak. Pelanggannya berasal dari banyak daerah, seperti Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Dari penjualan bibit lebah trigona, Wiyadi bisa mengantongi omzet Rp 5 juta-Rp 12 juta per bulan.

Peternak lainnya adalah Hariyono asal Malang, Jawa Timur. Ia mengembangkan lebah trigona di bawah bendera usaha Tawon Rimba Raya sejak tahun 1980. Selain menghasilkan propolis dan madu, lebah ini digemari karena perawatannya mudah dan tak bersengat.  "Lebah ini juga sangat kuat dan mudah merawatnya," tutur Hariyono.

Sama seperti Wiyadi, Hariyono juga menjual bibit lebah trigona. Ia menjual satu koloni bibit trigona mulai dari Rp 60.000 sampai dengan Rp 450.000, tergantung jumlah koloni lebah. Dalam sebulan, omzet Hariyono dari penangkaran lebah trigona bisa mencapai Rp 10  juta.

Selasa, 02 April 2013

Mendesain Laba dari Pembuatan Logo

Setiap perusahaan pasti membutuhkan logo sebagai identitas yang memperkuat brand image perusahaan. Mengingat pentingnya logo ini, Banyak perusahaan menggarap serius pembuatannya. Selain memakai jasa desainer, banyak yang mengadakan sayembara logo. Hal ini mendatangkan berkah bagi penyedia jasa desainer logo.

Bagi sebuah perusahaan, logo merupakan identitas pembeda antara satu dengan yang lain. Lebih dari sekadar identitas, logo juga berperan membentuk citra atau brand yang khas bagi perusahaan tersebut. Semakin kuat brand perusahaan itu, maka semakin besar pula peluang untuk meningkatkan omzet.
Karena pentingnya sebuah logo, banyak perusahaan menghabiskan dana besar untuk membuat logo dengan memakai jasa desainer logo profesional. Salah seorang penyedia jasa desainer logo profesional asal Yogyakarta bernama Beny Setiawan.

Pemilik Maximascot Indonesia ini mulai menggeluti bisnis pembuatan logo perusahaan sejak 2008. Ia mengaku, terdorong menggarap bisnis ini karena kecewa melihat banyak perusahaan desain yang mencetak logo secara copy paste dari karya yang sudah ada sebelumnya. "Sebuah karya desain harus orisinal dan murni pemikiran sendiri," tuturnya.

Menurut Benny, kesamaan logo akan menyulitkan pelanggan mengidentifikasi brand perusahaan tersebut. Sebab, logo perusahaan itu tercampur dengan logo perusahaan orang lain. "Makanya sebuah logo harus orisinal," ujarnya.
Benny mengaku, belakangan ini, industri desain logo untuk usaha di Indonesia cukup menggeliat. Dua tahun lalu, misalnya, ia menerima paling banyak satu proyek pembuatan logo dalam dua atau tiga bulan. Namun, kini ia bisa mendapat order hingga empat proyek pembuatan logo dalam sebulan. Nilai setiap proyek rata-rata Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta.

Jadi, dalam sebulan ia bisa mendapat omzet Rp 10 juta dengan laba bersih di atas 50%. "Saya tidak mematok tarif mahal karena klien saya perusahaan-perusahaan kecil," ujarnya.
Lahandi, pemilik Lam/Alif Creative di Depok, Jawa Barat juga kebanjiran order. Menawarkan jasa pembuatan logo sejak 2001 lalu, Lahandi kini memiliki banyak pelanggan.

Dalam sebulan, lelaki 27 tahun ini mengaku bisa mengerjakan dua hingga tiga proyek pembuatan logo, dengan nilai setiap proyek berkisar Rp 7 juta-Rp 10 juta. Tarif disesuaikan dengan level klien yang akan ditangani. Semakin tinggi level perusahaan, biayanya pun semakin besar. "Kami mengantongi keuntungan hingga 90%," ungkapnya. Laba besar, karena tak banyak modal yang mereka keluarkan.
Berbeda dengan Beny yang mengerjakan logo sesuai dengan keinginan klien, Lahandi mengedepankan riset dan studi melalui wawancara dengan kliennya. Hal itu dilakukan guna memperoleh gambaran yang jelas tentang logo yang diinginkan oleh perusahaan.

Penyedia jasa desain logo lainnya adalah Keri Putra yang berdomisili di Bandung. Selain perusahaan, Keri juga banyak menerima order pembuatan logo dari pemilik toko. Klien tersebar mulai dari Bandung, Jakarta, Sulawesi, Surabaya dan Kalimantan. "Saya mematok harga mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 1 juta," ujarnya. 
Sumber: Artikel www.PengusahaMuslim.com