Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 April 2013

40 Cara Meningkatkan Produktifitas (Bagian 2)

Pada artikel sebelumnya, saya telah membahas 15 cara untuk meningkatkan produktifitas. Sekarang saya akan menjelaskan beberapa tips lain yang bisa gunakan untuk meningkatkan produktifitas
16. Outsourcingkan pekerjaan sebanyak mungkin
Jika anda sudah tidak bisa mengendalikan pekerjaan anda yang sangat banyak, jangan takut untuk mendelegasikan pekerjaan anda ke orang lain, terutama pekerjaan-pekerjaan kecil yang bisa di selesaikan orang lain.
17. Matikan Tv
Hasil statistic di Amerika menunjukkan bahwa kebanyakan orang menonton tv minimal 4 jam dalam 1 harinya. Jadi jika anda hidup 65 tahun, anda telah menghabiskan 9 tahun hanya untuk menonton tv. Jadi Matikan tv anda sekarang juga jika ingin lebih produktif.
18. Dengarkan buku audio setiap kali anda diperjalanan
Perjalanan anda menuju kantor atau bisnis anda setiap hari bisa anda gunakan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dengan cara mendengar buku audio.
19. Bayar tagihan anda secara otomatis
Anda bisa menggunakan pembayaran tagihan seperti telpon, listrik dan tagihan lainnya secara otomatis. Sehingga anda tidak perlu antri untuk membayar tagihan ini dan anda bisa menghemat waktu anda.
20. Baca buku-buku produktifitas
Salah satu buku yang terlaris tentang produktifitas adalah yang dikarang oleh Read David yang berjudul “Getting Things Done”.
21. Mandilah lebih cepat
Kebanyakan orang Indonesia mandi 2 kali dalam sehari. Jika anda menghabiskan waktu 30 menit setiap kali mandi, maka anda telah menghabiskan waktu 1 jam dalam sehari untuk mandi. Kebersihan mandi bukan tergantung berapa lamanya tapi seberapa berkualitas kita membersihkan diri.
22. Ceritakan ke orang lain tentang impian anda
Dengan menceritakan ini anda jadi memotivasi diri anda untuk mewujudkannya, tapi jangan menceritakan pada orang yang pesimis, karena akan menurunkan semangat anda.
23. Belajar untuk berkata tidak
Anda akan sulit untuk menyelesaikan tugas anda jika anda tidak bisa berkata tidak pada orang lain. Karena anda akan disibukkan dengan pekerjaan-pekerjaan orang lain.
24. Melakukan diet informasi
Ternyata bukan pola makan saja yang harus mengikuti diet, tapi membaca beritapun harus melakukan diet. Mengkonsumsi informasi secara berlebihan akan menghabiskan waktu anda.
25. Tandai acara-acara penting di kalender
Tandai acara-acara penting di kalender anda sehingga anda mengetahui kapan harus menyelesaikan tugas-tugas penting.
26. Buat target
Buatlah target tentang apa yang ingin dicapai setiap harinya
27. Buat shortcut di keyboard anda
Hapalkan shortcut-shortcut yang sering anda gunakan pada keyboard computer anda, hal ini sedikit banyak bisa menghemat waktu anda.
28. Bangun lebih pagi dari orang lain
Jika anda bekerja lebih awal, maka akan lebih banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan dan andapun bisa bekerja jauh dari stress.
29. Jangan melakukan multitasking
Pada artikel sebelumnya saya telah menjelaskan manfaat mono tasking dibandingkan multi taskig
30. Beri hadiah ke diri anda
Jika anda berhasil menyelesaikan satu tugas besar, maka berilah hadiah pada diri anda.
31. Belanja online
Berbelanja online jauh lebih hemat waktu dibandingkan offline.
32. Gabungkan pekerjaan yang sama dalam 1 waktu
Gabungkan pekerjaan yang sama seperti membalas email dan membalas telpon dalam satu waktu.
33. Percepat koneksi internet anda
Koneksi internet yang lambat sangat mempengaruhi kinerja anda, jika memungkinkan maka gunakan koneksi internet yang cepat.
34. Belajar mengetik cepat
Mengetik secara lambat mempengaruhi kinerja anda dan menghabiskan waktu anda.
35. Hindari membuang waktu
Hal-hal yang bisa membuang waktu adalah chatting menggunakan instan messenger, main games, menggunakan jejaring sosial berlebihan, menonton tv dan window shoping secara online.
36. Bekerja dari rumah
Bekerja dari rumah atau menjauhi dari keramaian terkadang menjadi senjata ampuh untuk menghindari banyaknya gangguan.
37. Prioritas
Tentukan prioritas pekerjaan dari yang paling penting sampai yang tidak penting. Jika memungkinkan hilangkan pekerjaan-pekerjaan yang tidak penting.
38. Baca bagian yang penting pada buku
Jika anda membaca buku non-fiksi, maka bacalah bagian-bagian terpenting dari buku tersebut.
39. Masak dalam jumlah banyak
Masak lah dalam satu waktu dan dalam jumlah yang banyak. Simpanlah dalam lemari pendingin dalam bentuk kecil-kecil, sehingga anda tidak perlu berulang-ulang masak.
40. Belajar membaca cepat
Membaca cepat sangatlah berguna, karena anda bisa mendapat manfaat yang sama dibandingkan membaca dalam kecepatan biasa dan anda bisa menghemat waktu lebih banyak.

Selasa, 02 April 2013

40 Cara Meningkatkan Produktifitas (Bagian 1)

Masih bingung tentang meningkatkan produktifitas saat bekerja? Pertama-tama anda harus menganalisana apa faktor utama penyebab ketidakproduktifitasan anda. Jika anda masih tidak bisa menemukan alasannya, cobalah 40 tips berikut ini:
1. Istirahat sejenak
Otak yang sudah lelah tidak akan menghasilkan hasil kerja yang baik walaupun anda berusaha untuk memaksa. Jika anda sudah letih maka istirahatlah sejenak. Sebagai umat islam kita sangat beruntung karena kita memiliki solat 5 waktu, yang menjadi penyeimbang hidup kita. Jadikan solat ini sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan Allah sehingga pikiran menjadi segar kembali.
2. Pasang timer untuk setiap yang anda kerjakan. Tujuannya adalah agar anda bisa mengukur seberapa cepat atau lambat anda bekerja. Jika perlu bandingkan waktu anda dengan orang lain untuk mendapatkan gambaran  seberapa bagus anda dalam memaksimalkan waktu.
3. Hilangkan semua gangguan
Matikan gadget, internet, notifikasi email dan jangan membuka lebih dari 1 browser dalam 1 waktu.
4. Cintai pekerjaan anda
Sangat sulit untuk fokus pada pekerjaan yang tidak anda sukai.

5 Kebiasaan Buruk Para Pengusaha Baru

Terdapat beberapa kebiasaan buruk para pelakon bisnis yang baru memulai bisnis menurut bussinessblogshub.com:
1. Mengambil proyek terlalu banyak
Semangat yang sangat berlebihan bisa menjadi kelemahan bagi para pembisnis baru, tapi disisi lain juga kekuatan. Pada saat seorang pembisnis tidak bisa fokus pada satu tugas dalam waktu 5 menit, maka pekerjaan yang dihasilkan akan menjadi tidak maksimal. Untuk mengatasinya adalah dengan menentukan prioritas dari pekerjaan yang menumpuk.
2. Tidak menghiraukan keseimbangan antara kerja dan pekerjaan
Pengusaha yang sudah berpengalaman pasti menyadari pentingnya keseimbangan hidup. Karena bekerja terlalu berlebihan akan menyebabkan stress. Pengusaha baru yang bekerja dirumah mungkin pada saat awal bisa menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan rumah, tapi seiring dengan berkembangnya bisnis, kehidupan rumah bisa tercampur aduk dengan urusan bisnis, hal ini sangat berbahaya. Untuk mengatasinya adalah dengan pengaturan waktu sebaik mungkin.
3. Tidak mempunyai strategi
Permasalahan kadang muncul karena pengusaha mengambil terlalu banyak pekerjaan, yang pada akhirnya mempengaruhi kualitas kerja. Dibandingkan dengan mengambil strategi, pembisnis baru terkadang bekerja seperti “pemadam kebakaran” atau dengan kata lain menghadapi masalah yang muncul dengan reaksi yang berlebih, dibandingkan menyelesaikan masalah dengan strategi yang matang. Untuk mengatasi masalah ini cobalah untuk duduk sejenak untuk memikirkan strategi-strategi terbaik dalam menyelesaikan masalah yang timbul.
4. Bergantung pada kebiasaan
Memang sangat terasa nyaman untuk bergantung kepada orang-orang yang biasa menjadi penolong kita. Tapi jika pengusaha terlalu bergantung pada zona nyaman mereka, maka kreatifitas pun jadi terhambat. Anda jadi cenderung malas untuk menemukan inovasi-inovasi baru yang mungkin akan lebih berdampak hebat pada bisnis anda.
5. Tidak bisa menerima saran
Secara natural apabila kita sudah berhasil terhadap bisnis adalah rentan terhadap saran. Padahal tidak ada kesuksesan yang sempurna, pasti terdapat celah-celah kesalahan yang bisa menjadi kunci keretakan bisnis anda. Jika saran yang diberikan terhadap masalah bisnis anda tidak di perhatikan maka akan menumpuk dan sedikit demi sedikit akan menggerogoti bisnis anda.

Sabtu, 30 Maret 2013

5 Pertanyaan Wawancara Umum dan Bagaimana Menjawabnya



wawancara
Berikut ini adalah 5 pertanyaan umum yang sering dilontarkan pada saat wawancara pekerjaan disertai dengan jawaban yang disarankan oleh beberapa ahli di bidangnya. Tentu saja, tidak ada jawaban benar atau salah, hanya cara berpikir dalam jawaban tersebut yang kemudian akan membawa anda ke proses berikutnya.
Apa kekurangan terbesar anda?
Ini adalah pertanyaan yang klise, namun masih akan selalu ditanyakan. Kuncinya adalah menjawab dengan sesuatu yang jujur, namun tidak mempengaruhi kemampuan anda dalam melakukan pekerjaan yang anda minati (menurut seorang pemandu karir dan blogger, Miriam Salpeter). Yang lebih penting adalah ketika anda mengidentifikasikan sesuatu sebagai kelemahan anda, jelaskan juga bagaimana anda mengatasi kelemahan tersebut.
Salpeter memberikan sebuah contoh: Seorang programmer komputer mungkin berkata, “Berbicara di depan banyak orang benar-benar membuat saya takut, tapi saya sudah berlatih menjadi seorang pembicara publik yang lebih baik. Saya sudah bergabung dengan Toastmasters, dan saya berdiri di depan cermin, berpura-pura ada kerumunan orang.” Ini adalah salah satu contoh yang baik karena berbicara di depan umum adalah sesuatu yang ditakuti kebanyakan orang, dan hal tersebut sebetulnya tidak terlalu penting bagi pekerjaan seorang programmer.
Satu hal yang tidak boleh anda katakan adalah bahwa anda seorang perfeksionis. Kenapa? Karena tidak ada orang yang mau bekerja dengan perfeksionis.