Tampilkan postingan dengan label tausiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tausiah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 April 2013

Logika Harta yang Sebenarnya …

Time is Money, Waktu Adala Uang!. Tak sempat waktu untuk memikirkan selain mencari uang. Bisikan untuk mencari, menambah dan menjaga harta meliputi hari-hari yang telah dan akan dilalui. Dengan dalih masih muda, masih produktif dan selagi bisa!.sehingga dia lupa akan sang penentu, yakni Allah swt.

قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ عِندِي أَوَلَمْ يَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ أَهْلَكَ مِن قَبْلِهِ مِنَ القُرُونِ مَنْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُ قُوَّةً وَأَكْثَرُ جَمْعاً وَلَا يُسْأَلُ عَن ذُنُوبِهِمُ الْمُجْرِمُونَ

Karun berkata: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”. Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka (QS.28:78)
Sahabat, manusia umumnya gemar menumpuk atau menimbun harta. Namun mungkin tak pernah disadari bahwa harta mereka yang hakiki. Harta hakiki adalah yang disuguhkan pada kebaikan, yang habis ditunaikan dijalan Allah swt.
Banyak orang berlomba-lomba mencari harta dan menabungnya untuk simpanan di hari tuanya. Menyimpan harta tentunya tidak dilarang selagi ia mencarinya dari jalan yang halal dan menunaikan apa yang menjadi kewajibannya atas harta tersebut, seperti zakat infaq dan nafkah yang wajib.
Namun ada tabungan yang jauh lebih baik dari itu, yaitu amal ketaatan dengan berbagai bentuknya yang ia suguhkan untuk hari akhir nanti. Sebuah hari, dimana waktu itu tidak lagi bermanfaat adanya harta, anak, dan kedudukan. Yang bermanfaat hanyalah record amalan dengan parameter dasar dan keikhlasan.

Harta memang membuat silau para pecintanya dan membius mereka sehingga seolah harta segala-galanya. Tak heran jika banyak orang menempuh cara yang tidak dibenarkan oleh syariat dan fitrah kesucian seperti korupsi, suap, menipu dan bahkan mencuri. Padahal betapa banyak orang bekerja namun ia tidak bisa mengenyam hasilnya. Tidak sedikit pula orang menumpuk harta namun belum sempat ia merasakannya, kematian telah menjemputnya sehingga hartanya berpindah kepada orang lain. Orang seperti ini jika tidak memiliki amal kebaikan maka ia rugi di dunia dan di akhirat. Sungguh betapa sengsaranya. Maksud hati ingin hidup 1000tahun apadaya takdir menjemput dimasa kesuksesannya.

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَاباً وَخَيْرٌ أَمَلاً


Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (QS.18:46)

مَا عِندَكُمْ يَنفَدُ وَمَا عِندَ اللّهِ بَاقٍ وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِينَ صَبَرُواْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS.16 : 96)
Kasih sayang Allah Swt terhadap hamba-Nya begitu luas. Kalau saja orang kafir dan ahli maksiat di dunia ini masih selalu diberi rizki oleh Allah Swt, padahal mereka berada di atas kesesatannya, MAKA tentunya orang yang beriman dan beramal shalih akan mendapatkan berbagai limpahan nikmat dan karunia-Nya di dunia ini, serta terus bersambung hingga di hari kiamat nanti.
Tentunya yang menjadi kunci adalah Ihtiar dan Doa. Sehingga Allah tidak segan mengalirkan rizki yang Halal, cukup dan berkah untuk hamba beriman. Sedangkan untuk orang kafir dan ahli maksiyat hanya akan menambah kesesatannya.

مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ


Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS.16:97)
Orang yang menggabungkan antara iman dan amal shalih akan Allah Swt beri kehidupan yang baik di dunia ini, berupa tentramnya jiwa dan rizki yang halal lagi baik. Adapun di akhirat kelak, dia akan memperoleh berbagai kelezatan yang mata belum pernah melihatnya, telinga belum pernah mendengarnya, dan belum pernah terbetik dalam hati manusia. Itulah bentuk luasnya cinta Allah Swt di akherat dengan dilipatgandakannya pahala amalan. Dan hanya berlaku untuk hamba beriman.

مَن جَاء بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا وَمَن جَاء بِالسَّيِّئَةِ فَلاَ يُجْزَى إِلاَّ مِثْلَهَا وَهُمْ لاَ يُظْلَمُونَ


Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan). (QS.6:160)
‘Aisyah RA pernah menuturkan bahwa dahulu sahabat menyembelih kambing, maka Nabi Saw bertanya: “Apa yang masih tersisa dari kambing itu?” ‘Aisyah berkata: “Tidak tersisa darinya kecuali tulang bahunya.” Nabi Saw bersabda: “Semuanya tersisa, kecuali tulang bahunya.” (HR. At-Tirmidzi).
Maksudnya, apa yang kamu sedekahkan maka itu sebenarnya yang kekal di sisi Allah Swt dan yang belum disedekahkan maka itu tidak kekal di sisi-Nya.
Wahai sahabat, gunakanlah waktu yang sempit dan umur yang misterius didunia ini. Lekas konversikan harta dalam bentuk amalan kebaikan. Utamakanlah mengisi tabungan untuk Akherat dibandingkan dunia, agar kita beruntung di kehidupan yang abadi kelak.

Selasa, 02 April 2013

Utamakan Moral dalam Membangun Bangsa

Harian SOLOPOS (Jumat, 22 Februari 2013). Hampir setiap hari kita disuguhi dengan berita tentang korupsi, suap, narkoba, minuman keras, pelecehan seksual, perselingkuhan, prostitusi, aborsi, bentrok antar kelompok masyarakat. Negara seolah tidak berdaya mengatasi persoalan itu.


Banyak pakar menyampaikan opini mereka di surat kabar, internet, radio, dan televisi, namun tidak satupun akar permasalahan secara komprehensif. Mereka hanya menyodorkan solusi untuk mengatasi persoalan di permukaan dan bersifat parsial. Seolah mereka tidak tahu, atau tidak mau tahu kalau akar permasalahan segala macam hiruk pikuk yang terjadi di negeri ini adalah kerusakan moral.
Mereka yang korupsi, mencuri uang rakyat, sebab utamanya adalah tidak punya rasa takut kepada Allah. Seandainya mereka takut kepada Allah, maka mereka tidak akan mencurinya. Mereka yang mengkonsumsi dan memperdagangkan miras dan narkoba, sebab utamanya juga tidak takut kepada Allah. Seandainya mereka takut kepada Allah, maka mereka akan menjauhinya. Mereka yang melakukan perselingkuhan dan prostitusi, sebab utamanya sama, karena tidak takut kepada Allah. Seandainya mereka takut kepada Allah, maka mereka akan melakukan hubungan intim dengan cara yang terhormat, melalui pernikahan.
Mereka yang melakukan aborsi, sebab utamanya karena tidak takut kepada Dzat yang menghidupkan dan mematikan yakni Allah. Mereka yang melakukan bentrok antar kelompok atau ribut sengketa pilkada, sebab utamanya adalah juga karena tidak takut kepada Allah.

Sabtu, 30 Maret 2013

Bahaya Tamak/Rakus terhadap Harta & Kedudukan


Harian SOLOPOS (Jumat, 22 Maret 2013). Tidak salah manusia mencintai harta kekayaan yang banyak berlimpah ruah, tetapi hendaklah sadar bahwa itu hanya sekedar bisa dini’mati ketika hidup di dunia yang sifatnya sementara, sedangkan kesenangan yang sesungguhnya adalah di sisi Allah SWT (surga). (QS. Ali ‘Imraan : 14)


زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).
Allah SWT Yang Maha Pengasih dan Penyayang kepada hamba-Nya mengarahkan dengan jelas dan tegas dalam hidup ini agar mencari kebahagiaan hidup di akhirat kelak, adapun tentang keduniaan, sekedar jangan dilupakan, (QS. Al-Qashash : 77)
 وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الآخِرَةَ وَلا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الأرْضِ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
Dunia bukan tempat kebahagiaan, tetapi tempat bekerja keras untuk mempersiapkan bekal mencapai kebahagiaan hidup di akhirat. Allah SWT sudah mengingatkan bahwa kesenangan, kebahagiaan, apapun yang dirasakan oleh manusia di dunia, tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS. Ali ‘Imraan : 185 dan QS. Al-Hadiid : 20).
 كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ الْغُرُورِ
 Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.
 اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الأمْوَالِ وَالأوْلادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ الْغُرُورِ
Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan Para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu Lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.
Manusia sekarang ini pada umumnya sudah tidak memperhatikan peringatan Allah SWT tersebut, manusia memandang orang yang bahagia adalah orang yang mempunyai harta yang banyak dan mempunyai jabatan/kedudukan yang tinggi.